JAKARTA - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menyebut insentif program kartu pra kerja telah cair bagi 300.000 peserta. Di mana banyak peserta alokasikan dana itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga membayar utang.
"Menurut survei, menunjukkan 90% insentif itu digunakan untuk membeli atau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti makanan dan ongkos transportasi," ujar dia seperti dikutip, Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Baca Juga: 51 Ribu Peserta Kartu Pra Kerja Sudah Nikmati Dana Rp600.000/Bulan
Kemudian lanjut dia, para peserta juga banyak mengalokasikan dana Rp600.000 itu untuk modal usaha. Di mana, peserta yang telah menuntaskan pelatihan sudah mulai berjualan beragam produk.
"25% peserta alokasi dana untuk modal usaha. Kami juga mendengar banyak yang sudah, jualan kue, jualan puding dan lain-lain," ungkap dia.
Baca Juga: Kritik Kartu Prakerja dengan Prakerja.org, Ini Reaksi Pemerintah
Lalu tutur dia, dana untuk membayar kredit atau utang yaitu 16% dan dana digunakan untuk menabung sebesar 23%. "Jadi yang paling dominan 90,9% untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," tandas dia.
(Dani Jumadil Akhir)