JAKARTA - Pemerintah menyiapkan beberapa skema pemberian insentif untuk nelayan dan petani. Salah satunya adalah lewat program jaring pengaman sosial di tengah skenario penerapan new normal.
Presiden Joko Widodo mengatakan, program jaring pengaman sosial dibuat untuk membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dan terdampak dari pandemi virus corona. Oleh karena itu, dirinya menginginkan agar petani atau buruh tani dan nelayan bisa mendapatkan manfaat dari program jaring pengaman sosial ini.
Berikut adalah fakta mengenai insentif nelayan dan pedagang yang dirangkum Okezone:
1. Bantuan untuk jutaan petani dan nelayan
Jumlah penerima bantuan dari masing-masing profesi ini cukup besar. Tercatat untuk petani dan buruh tani ada sekitar 2,7 juta orang sedangkan nelayan ada sekitar 1 juta orang.
"Melalui program jaring pengaman sosial pastikan 2,7 juta petani dan buruh tani miskin dan 1 juta nelayan dan petambak harus masuk ke dalam program jaring pengaman sosial," ujar Jokowi.
2. Insentif BLT hingga Subsidi Listrik
Program jaring pengaman sosial ini menyangkut berbagai macam bantuan. Dari mulai Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan sembako hingga subsidi listrik.
"Program jaring pengaman sosial baik itu berupa PKH, bantuan sosial tunai, BLT desa, paket sembako dan program gratis subsidi listrik," kata Jokowi.