Namun menurutnya, kebijakan WFH ini membuat anggaran lebih efisien. Sebab pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk rapat maupun perjalanan dinas karena bisa dilakukan dengan virtual.
Baca juga: PSBB Transisi, Sri Mulyani Hanya Perbolehkan 15% PNS Kemenkeu Masuk Kantor
"Poin saya, kalau kita dipaksa bisa kerja efisien dan betul-betul itu core-nya. Yang lainnya kan hanya perhiasan, toping yang bukan core-nya. Selama ini kita sibuk dengan toping. COVID-19 ini mengembalikan kita ke core-nya. COVID-19 bencana, tapi beri kita perspektif baru," katanya.
Namun menurut Sri Mulyani, saat WFh harus dipikirkan bagaiaman agar aset milik pemerintah menjadi produktif. Karen selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketika pekerja harus bekerja dari rumah, kantor-kantor justru kosong.