"Mulai dari komoditas andalan seperti CPO, karet, batubara, kopi, dan semuanya tidak baik harganya. Yang saya lihat di APBN Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pertanian justru ada pemotongan. Tidak ada penambahan di situ," ungkap dia.
Baca juga: Kerangka Ekonomi Makro 2021, Dipersiapkan untuk Pemulihan
Sedangkan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan, sebenarnya NTP dan NTN sudah masuk di dalam RPJMN 2020-2024, yang kemudian juga sudah disesuaikan dengan situasi pandemi covid-19 saat ini.
"Dalam target RPJMN 2020-2024, nilai tukar petani (NTP) ditepkan sebesar 102, sementara nilai tukar nelayan (NTN) menggunakan baseline 103," tandas dia.
(Fakhri Rezy)