Baca juga: Pengusaha Pertanyakan Dana Negara Rp30 Triliun di Himbara, untuk Apa?
"Ketersediaan likuiditas perbankan cukup jadi sebenarnya siap disalurkan sekali lagi bergantung sektor riilnya bergerak, antara suplai dan demand harus disesuaikan untuk penyaluran kredit tersebut," ujarnya.
Namun, dirinya juga mengatakan relaksasi kredit tersebut juga tergantung akan pembukaan aktivitas ekonomi. Hal ini agar penyaluran kredit sejalan dengan kegiatan usaha.
"Sehingga jangan sampai kredit siap dikucurkan tapi aktivitas ekonomi belum berkembang atau berjalan sehingga akan menghambat penyaluran kredit," ujarnya.
(Fakhri Rezy)