Adapun untuk 2021, target produksi komoditas utama antara lain padi sebesar 62,5 juta ton, jagung 25,37 juta ton, kedelai 0,51 juta ton, bawang merah 1,74 juta ton, cabai besar Rp 1,45 juta ton, cabai rawit 1,52 juta ton, bawang putih 622.000 ton, kelapa sawit 52,12 juta ton, kopi 834.750 ton, kakao 682.660 ton, kelapa 2,77 juta ton, tebu 34,31 juta ton, sapi potong 438.820 ton, dan ayam 4,34 juta ton.
Baca Juga: Saham Amazon Tembus USD3.000, Nilai Perusahaan Milik Jeff Bezos Rp21.750 Triliun
Untuk mencapai target tersebut ada lima strategi yang bakal diterapkan agar program lebih terarah dan fokus. Pertama adalah fokus untuk ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian serta menjamin tersediaannya sarana dan prasarana pertanian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dan mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan pada pelayanan prima.
"Sebagai contoh untuk tanaman pangan menyusun rencana kegiatan seperti pengelolaan peningkatan produksi tanaman dan aneka kacang dan umbi tanaman pangan dan hortikultura menyusun rencana kegiatan peningkatan produksi sayur dan perkebunan menyusun rencana kegiatan peningkatan produksi tanaman tahunan dan penyegar dan dirjen PKH menyusun rencana kegiatan peningkatan produksi ternak," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)