JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut pandemi virus Corona membuat pendapatan perseroan anjlok. Hal ini disebabkan karena masyarakat masih enggan dan juga takut untuk bepergian menggunakan kereta.
Ditambah lagi, pada semester pertama ini pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan tersebut diambil dalam rangka untuk mencegah penyebaran virus Corona di tanah air.
Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan, biasanya KAI membukukan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun sebelum adanya Corona. Namun saat ini pendapatan rata-rata KAI mencapai Rp500 Miliar.
"Pendapatan kami mengalami penurunan. Kalau kondisi normal Rp2,3 triliun. Sekarang hanya Rp500 Miliar," ujarnya dalam acara di IDX Channel, Kamis (9/7/2020).
Baca Juga: Bos KAI Ngeluh Banyak Gerbong Kereta Buatan INKA Retak