Menteri Koordinator Perekonomian RI, Bpk. Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam webinar tersebut juga mengatakan, bahwa didalam kuartal kedua ini berbagai negara pertumbuhannya negatif akibat dari kegiatan pencegahan Covid-19 dalam bentuk lockdown, berbagai negara turunnya cukup dalam yaitu Malaysia -8,4, Higland -11,1, Philipine -7,6, Singapura -12,6 kemudian Brazil -11, India -20 dan tentunya krisis ini akan turun relatif lebih baik dari yang lain yaitu antara -38,2 bahkan ada prediksi yang mendekati 4,5.
"Khusus untuk ekonomi digital ini selama situasi Covid-19 persoalan ketenagakerjaan menjadi persoalan di ASEAN, dimana 69 responden mengatakan kesulitan untuk bekerja dan 7% mengatakan tidak bisa bekerja secara jarak jauh kemudian juga berdasarkan survei 1 dari 4 pekerja di ekonomi mengatakan sumber yang paling penting adalah apa yang sedang kita launching yaitu perbankan 33%, bantuan pemerintah 71 % dan pinjaman online 31%," paparnya.
Airlangga juga mengatakan, selama Covid-19 para pelaku ekonomi sebanyak 51% menggunakan social media, 45% menggunakan online education kemudian E-Commerce 42 % dan untuk virtual meeting 40% dan E banking 34%. Tentunya dengan adanya launching DigiKu ini merupakan momentum yang sangat tepat mengingat UMKM merupakan sektor yang paling penting.
"Dari segi arsitekturnya UMKM terdiri dari produk yang selama ini tentu dilakukan pembinaan oleh Kementerian Perindustrian kemudian dari segi penjualan offline oleh Kementrian Perdagangan dan tentu dengan adanya pandemi ini E-Commerce menjadi perlu diakselerasi," terangnya
Dalam kesempatan tersebut, turut serta Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan DigiKu akan sangat mendukung program digitalisasi UMKM mengingat evaluasi bisnis UMKM evaluasi digital di tahun 2025 bisa mencapai 135 miliar dollar AS. Saat ini UMKM yang bisa bertahan bahkan tumbuh dan terhubung pada sistem digital.