Melalui DigiKu, Pemerintah Bersama HIMBARA bantu Dorong Pengembangan UMKM

Karina Asta Widara , Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2020 18:53 WIB
Foto : Dok BRI
Share :

JAKARTA- Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan , kondisi pandemi telah memaksa semua pihak, khususnya semua pelaku UMKM untuk dapat beradaptasi dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini. Jumat (17/07) Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI bekerja sama dengan Kementerian koordinator perekonomian RI, menggandeng HIMBARA dan e-Commerce, meluncurkan DigiKU yang merupakan fasilitas Digital Landing yang tersedia di E-Commerce untuk pelaku UMKM Digital.

Atas dasar tersebut pemerintah bersama HIMBARA dan perusahaan e-Commerce ini berkolaborasi untuk membantu mendorong pengembangan UMKM digital yang inovatif, kreatif dan berbasis teknologi. Launching DigiKu merupakan suatu gerakan bersama untuk mendukung dan mensukseskan para UMKM digital di era new normal.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh para pembicara yakni para Menteri Kabinet Indonesia maju, ketua dewan komisioner jasa otoritas jasa keuangan, jajaran direksi himpunan bank-bank negara atau HIMBARA, Jajaran CEO perusahaan e-Commerce yg hadir berserta seluruh partisipan yang telah bergabung di live webinar.

Menteri kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan jika ini semua merupakan bentuk nyata bahwa HIMBARA selalu hadir untuk UMKM. Dan perintah telah bekerjasama dengan BUMN dan pelaku ekosistem digital untuk mendorong akselarasi dan perkembangan pelaku UMKM dalam ekosistem digital.

"Lebih dari satu juta UMKM yang masuk kedalam ekosistem digital memberikan gambaran betapa rakyat kita juga merindukan sistem ini untuk terus dikembangkan," paparnya.

Luhut juga mengatakan, bukti dari pandemi Covid-19 justru memacu HIMBARA dan palaku ekosistem untuk terus melakukan inovasi-inovasi. UMKM menurut Luhut juga merupakan tulang punggung dan berkat ekonomi Nasional, kekokohan Indonesia bertumbuh pada UMKM.

 "Kita harus betul-betul membulatkan hati kita, sebab UMKM memegang peranan penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Seperti pesan presiden kita jangan buta aturan-aturan yang mengikat kita sendiri. Hari ini kita harus menjadi saksi inovasi berbentuk pinjaman secara online. Bantuan finansial senilai 4,2 triliun rupiah akan disalurkan bagi unit UMKM yang ada di dalam ekosistem Digital," tuturnya

Dana tersebut juga bisa ditambahkan sejalan dengan penyerapan yang dilakukan UMKM. Program ini akan menyelaraskan basis data UMKM pada sistem digital yang berbasis nasabah yang dimiliki HIMBARA. Keselarasan data ini memudahkan dan mempercepat proses pengajuan dan pesetujuan kredit bagi UMKM hanya dalam waktu 15 menit.Program DigiKu sekali lagi menjadi sebuah bukti nyata keberpihakan HiMBARA bagi para pelaku UMKM.

"Kita semua berharap dengan diluncurkan program ini, UMKM di seluruh pelosok negeri dapat merasakan manfaatnya. Dengan demikian peran vital UMKM sebagai penopang dan perekat ekonomi nasional dapat terus berjalan," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian RI, Bpk. Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam webinar tersebut juga mengatakan, bahwa didalam kuartal kedua ini berbagai negara pertumbuhannya negatif akibat dari kegiatan pencegahan Covid-19 dalam bentuk lockdown, berbagai negara turunnya cukup dalam yaitu Malaysia -8,4, Higland -11,1, Philipine -7,6, Singapura -12,6 kemudian Brazil -11, India -20 dan tentunya krisis ini akan turun relatif lebih baik dari yang lain yaitu antara -38,2 bahkan ada prediksi yang mendekati 4,5.

"Khusus untuk ekonomi digital ini selama situasi Covid-19 persoalan ketenagakerjaan menjadi persoalan di ASEAN, dimana 69 responden mengatakan kesulitan untuk bekerja dan 7% mengatakan tidak bisa bekerja secara jarak jauh kemudian juga berdasarkan survei 1 dari 4 pekerja di ekonomi mengatakan sumber yang paling penting adalah apa yang sedang kita launching yaitu perbankan 33%, bantuan pemerintah 71 % dan pinjaman online 31%," paparnya.

Airlangga juga mengatakan, selama Covid-19 para pelaku ekonomi sebanyak 51% menggunakan social media, 45% menggunakan online education kemudian E-Commerce 42 % dan untuk virtual meeting 40% dan E banking 34%. Tentunya dengan adanya launching DigiKu ini merupakan momentum yang sangat tepat mengingat UMKM merupakan sektor yang paling penting.

"Dari segi arsitekturnya UMKM terdiri dari produk yang selama ini tentu dilakukan pembinaan oleh Kementerian Perindustrian kemudian dari segi penjualan offline oleh Kementrian Perdagangan dan tentu dengan adanya pandemi ini E-Commerce menjadi perlu diakselerasi," terangnya

Dalam kesempatan tersebut, turut serta Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan DigiKu akan sangat mendukung program digitalisasi UMKM mengingat evaluasi bisnis UMKM evaluasi digital di tahun 2025 bisa mencapai 135 miliar dollar AS. Saat ini UMKM yang bisa bertahan bahkan tumbuh dan terhubung pada sistem digital.

"UMKM yang bisa bertahan itu UMKM yang juga melakukan adaptasi dan inovasi produk, saya kira menyesuaikan dengan permintaan market yang baru pasc- pandemi ini. Memang sebagian besar UMKM sangat terdampak dari sisi demand maupun suply. Pemerintah sudah membuat kebijakan mengingat ekonomi nasional masalah pembiayaan realisasi pinjaman subsidi bunga kredit termasuk juga subsidi pajak," katanya

Lanjut teten, digitalisasi bagi UMKM sangat penting terutama untuk mengakses pasar tapi digitalisasi bukan sekedar akses pasar tapi juga akses pembiayaan. Bahkan lembaga pembiayaan sudah mulai melihat digital record dari kesehatan usaha yaitu dapat menggantikan kolateral.

"Lalu digitalisasi penting untuk bisnis proses UMKM yang lebih efisien termasuk di Koperasi. Maka dari itu pak Presiden terus meminta untuk menambah terus para pelaku UMKM," tutupnya.

CM

(Yaomi Suhayatmi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya