Biaya Penanganan Covid-19 Bikin Utang Pemerintah Melonjak

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2020 11:33 WIB
ULN Pemerintah Meningkat dan Diprioritaskan untuk Covid-19. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) pemerintah pada akhir Mei 2020 sebesar USD192,1 miliar atau tumbuh 3,1% (yoy). Priortias utang tersebut digunakan untuk penanganan virus corona di Indonesia.

Perkembangan ULN pemerintah dipengaruhi oleh arus modal masuk pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) seiring dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan tingginya daya tarik aset keuangan domestik, serta terjaganya kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sentimen positif ini membawa pengaruh pada turunnya tingkat imbal hasil SBN sehingga biaya utang pemerintah dapat ditekan.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4,8%, Tembus Rp5.868 Triliun

Sementara itu, BI menilai pengelolaan ULN pemerintah dilakukan secara hati-hati dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas yang saat ini dititikberatkan pada upaya penanganan wabah Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Sektor prioritas tersebut mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,4% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,4%). Demikian dikutip dari keterangan BI, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga: Ternyata Ini yang Bikin Utang Luar Negeri RI Membengkak Jadi Rp5.868 Triliun

Kemudian sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,6%), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6%).

BI juga mencatat ULN Indonesia, baik itu pemerintah dan swasta pada akhir Mei tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Di mana ULN Indonesia tercatat sebesar USD404,7 miliar pada akhir Mei 2020, terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD194,9 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD209,9 miliar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya