JAKARTA - Perekonomian Indonesia diprediksi akan kembali pulih dari dampak virus Corona atau Covid-19. Akan tetapi, hal ini tergantung akan kebijakan yang dilakukan pemerintah.
Hal tersebut diutarakan oleh Economic Prospect (IEP) Country Director World Bank Indonesia Satu Kahkonen. Di mana, ekonomi Indonesia bisa diselamatkan dengan reformasi.
Maka dari itu, Jakarta, Senin (20/7/2020), berikut fakta-fakta prediksi World Bank akan ekonomi Indonesia:
Baca juga: Ekonomi Global Diprediksi Minus 5,2%, World Bank Ingatkan Indonesia soal Resesi
1. Diprediksi Pulih Agustus 2020
Perekonomian Indonesia diprediksi bisa kembali pulih pada Agustus 2020 dari dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, hal ini dilakukan jika pemerintah tepat memberikan kebijakan dalam memulihkan ekonomi Indonesia.
“Ekonomi akan kembali terbuka penuh pada Agustus (tahun ini). Terpuruknya ekonomi domestik masih dapat diselamatkan dengan reformasi," ujar Economic Prospect (IEP) Country Director World Bank Indonesia Satu Kahkonen.
Baca juga: Singapura Resesi, Sri Mulyani Nyalakan Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia
2. Kebijakan Pemerintah Disambut Baik World Bank
World Bank menyambut baik tindakan masif dari Pemerintah Indonesia untuk memitigasi dampak dari krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Adalah penting untuk secara efektif menerapkan paket tersebut agar dampaknya dapat dirasakan secara penuh oleh masyarakat maupun perekonomian.
“Kami juga merasa terdorong dengan kegigihan Pemerintah Indonesia menggunakan krisis ini sebagai peluang dengan mempercepat berbagai reformasi penting untuk meningkatkan daya saing, yang akan menjadi dasar kuat bagi pemulihan yang lebih mantap," katanya.
3. Ekonomi Indonesia Diprediksi 0% di 2020
Meski pada tahun ini, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 0% dan diingatkan soal bahaya resesi.
“Kami menyambut baik tindakan masif dari Pemerintah Indonesia untuk memitigasi dampak dari krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Adalah penting untuk secara efektif menerapkan paket tersebut agar dampaknya dapat dirasakan secara penuh oleh masyarakat maupun perekonomian,” ujar Kahkonen.