Arista mengungkapkan, Garuda Indonesia sudah seharusnya memiliki pesawat kargo sendiri karena kedepannya bisnis logistik dalam negeri sangat potensial. Potensial bisnis itupun didukung oleh 30 bandara berstandar internasional yang tersebar di beberapa wilayah.
Dirut Garuda Indonesia Akui Bisnis Kargo Bisa Kurangi Tekanan Finansial
Irfan Setiaputra selaku direktur utama Garuda Indonesia mengaku bisnis kargo bisa mengurangi tekanan pada kinerja keuangan Garuda. Padahal, sebelum pandemi, perusahaan hanya fokus menggarap penumpang. Tapi, selama pandemi berlangsung jumlah penerbangan khusus kargo bisa mencapai lebih dari 10 dalam sehari.
Bahkan, mantan direktur utama PT INTI (Persero) itu menyebut Garuda akan kedatangan pesawat khusus kargo pada tahun ini. Namun, pengiriman tertunda lantaran kondisi finansial yang sulit.
"Tahun ini kita kedatangan pesawat khusus kargo, hanya karena kondisi keuangan kita, maka kita lakukan penundaan. Jadi ke depan kita coba fokus lagi ke kargo," ujarnya dalam Webinar beberapa hari lalu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)