Hadapi Ancaman Resesi, Dana Darurat Saja Tidak Cukup

Safira Fitri, Jurnalis
Minggu 23 Agustus 2020 05:48 WIB
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Ekonomi Indonesia di ambang resesi setelah pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3%. Meski Indonesia belum masuk jurang resesi, negara kawasan ASEAN seperti Filipina dan Singapura sudah dinyatakan resesi.

Dalam menghadapi kemungkinan resesi, Cash is king menjadi topik yang sangat penting. Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada situasi krisis seperti saat ini uang cash menjadi hal yang sangat penting.

Namun, bukan berarti semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh uang cash. Selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk mengcover kebutuhan kesehatan.

 

Sementara itu, Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.

Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaan tempat bekerja.

Baca Selengkapnya: Bagaimana Cara Mengelola Keuangan di Tengah Ancaman Resesi?

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya