Kemudian setelah itu, setiap pengerjaan yang dilakukan tersebut dibagi menjadi jumlah barang tersebut. Sebagai salah satu contohnya adalah dari uang tersebut bisa menjadi 100 barang, maka ongkos listrik nantinya dibagi 100 barang.
Setelah mendapatkan hasilnya, baru ditentukan keuntungan yang ingin didapatkan. Untuk produknya sendiri, hanya mengambil keuntungan 2,5% saja.
"Jadi item apa aja yang pakai listrik dibagi tiga rata terus dibagi menjadi berapa pcs. Rata-rata mengambil marginnya 2,5%," kata Restu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)