Menurut Restu, alasan mengapa pihaknya tidak mau beralih dengan menjual masker karena khawatir akan mempengaruhi brand image. Apalagi, untuk membangun brand image untuk produk yang dijualnya tidaklah mudah.
Mengingat, bahan yang digunakan untuk membuat jam bisa dibilang anti mainstream. Material jam tangan yang dijualnya adalah dari semen, batu alam hingga limbah kayu.
"Kita pun enggak bisa mengubah kebiasaan kita terlalu jauh karena kalau teman-teman industri lain pada bikin masker dan lain-lain jadi mereka cari kegiatan lain. Nah kalau kita enggak bisa gitu. Karena kan tiba-tiba banting setir pun jelek buat brand image. Itu yang kita ngeri," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)