Menurutnya jika kinerja BUMN memiliki utang yang banyak bisa tidak memaksimalkan pemulihan ekonomi nasional (PMN). Pasalnya BUMN turut ikut serta dalam pemulihan ekonomi nasional.
Baca Juga: PMN Rp20,5 Triliun untuk 5 BUMN Cair September
"Apakah efektif di saat utang BUMN yang meningkat dalam pemulihan ekonomi nasional," tandasnya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan penyebab jumlah utang luar negeri (ULN) BUMN meningkat. Direktur Kekayaan Negara Meirijal Nur mengatakan peningkatan ULN BUMN dikarenakan aksi korporasi.
"Saya terus terang personal belum memantau BUMN mana yang mengalami utang luar negeri. Ketika mengalami kesulitan keuangan, apa dia membutuhkan cashflow, normal untuk memberikan laveraging, yang melihat potensi dan kemampuan lembaga itu," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)