Wall Street Lesu Tertekan Saham Amazon hingga Apple

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 05 September 2020 07:23 WIB
Wall Street (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat. Saham-saham yang yang diuntungkan dengan pembukaan ekonomi menguat, sementara saham sektor teknologi terhempas

Melansir CNBC, Jakarta, Sabtu (5/9/2020), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 159,42 poin atau 0,6% ke level 28.133,31.

Indeks S&P 500 turun 0,8% menjadi 3.426,96 dan indeks Nasdaq Composite turun 1,3% menjadi 11.313,13.

Di sisi lain, saham Boeing naik lebih dari 1% sementara saham sektor perbankan menguat secara luas seperti JPMorgan Chase dan Citigroup masing-masing naik 2,2% dan 2%. Bank of America naik 3,4%. Wells Fargo naik 1,1%. Karnaval operator kapal pesiar naik 5,4% dan United Airlines naik 2,2%.

“Kami akhirnya mungkin melihat beberapa rotasi yang dapat mengarah pada kepemimpinan pasar baru,” kata kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities Peter Cardillo.

"Itu adalah sesuatu yang sudah lama tidak kita miliki," katanya.

Baca Juga: Wall Street Jatuh Usai Aksi Jual Saham Teknologi 

Sementara itu, saham perusahaan teknologi besar ditutup melemah. Facebook, Amazon, dan Alphabet semuanya turun lebih dari 2%. Netflix turun 1,8% dan Microsoft turun 1,4%. Namun, Apple mengakhiri hari dengan naik 0,1% setelah jatuh sebanyak 8,3%. Tesla juga menghapus penurunan lebih dari 8%, mengakhiri sesi naik 2,8%.

Sektor teknologi indeks S&P 500 turun lebih dari 1% sehari setelah sesi terburuk sejak Maret. Untuk minggu ini, sektor tersebut turun lebih dari 4%.

“Kami memiliki penilaian yang berlebihan di pasar akhir-akhir ini, terutama di sektor teknologi dan itu perlu diperbaiki sampai taraf tertentu,” kata kepala strategi pasar di CUNA Mutual Group Scott Knapp.

"Kita tidak perlu melihat lebih jauh dari kenaikan irasional baru-baru ini dalam harga saham Tesla dan Apple setelah kedua perusahaan mengumumkan pemecahan saham untuk melihat kegembiraan yang berlebihan, terutama di antara investor ritel," katanya.

Baik Tesla dan Apple mengalami reli baru-baru ini setelah mengumumkan pemecahan saham.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya