IMF hingga World Bank Sebut Ekonomi Indonesia Pulih pada 2021

Rina Anggraeni, Jurnalis
Kamis 10 September 2020 15:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Optimis Ekonomi Pulih Tahun Depan. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2021 akan semakin membaik. Hal itu juga diutarakan, lembaga internasional seperti misalnya IMF, World Bank, ADB dan OECD.

Diprediksi pada akhir tahun ini, lembaga keuangan internasional itu memperlihatkanadanya kurva "V" pada perekonomian nasional.

"Sedangkan di tahun 2021, secara year-to-date nya dari IMF sebesar 6,1%, dari World Bank 4,8%, dari ADB 5,3%, dan dari OECD 2,6% sampai 5,2%," kata Airlangga dalam diskusi virtual, Kamis (9/10/2020).

Baca Juga: Apa Itu Resesi Ekonomi? Begini Memahaminya dengan Mudah

Kata dia, proyeksi akhir tahun secara year-to-date menunjukkan bahwa prediksi IMF terhadap perekonomian nasional yakni sebesar minus 0,3%, world Bank 0 persen, ADB minus 1%, dan OECD minus 3,9% sampai minus 2,8%.

Saat ini, berbagai lembaga keuangan itu, mereka pun menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan akan bisa kembali positif.

"Sehingga, tentunya kita pun harus melihat berapa dalam kontraksi ekonomi kita, dibandingkan dengan berbagai negara lain," ujarnya.

Baca Juga: Bos BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Capai 5,8%

Airlangga mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi nasional saat ini, meskipun berada di posisi minus, tapi masih relatif lebih tinggi dari peer country seperti Thailand, Malaysia, Singapura, atau bahkan India.

"Seperti misalnya Thailand yang sudah dua kuartal mengalami minus, di mana saat ini kontraksinya semakin dalam yakni menuju minus 12%, atau bahkan Malaysia yang masuk ke minus 17%, kemudian negara lain seperti Singapura yang minus 12 %, Filipina minus 16%, dan yang terdalam adalah India dengan minus 23,90%," jelasnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya