JAKARTA - Selain memberikan dampak di sektor kesehatan, pandemi Covid-19 juga turut memberikan dampak signifikan kepada sektor ekonomi. Selain itu, pandemi juga berdampak kepada pasar modal, tak terkecuali di Indonesia.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, sejak awal tahun 2020, pandemi Covid-19 telah menjadi isu besar dalam pergerakan roda ekonomi di seluruh dunia dan mayoritas negara di dunia terkena dampak negatif dari pandemi ini.
Baca Juga: 269 Saham Lesu, IHSG Ditutup Melemah 0,4% ke 5.038
"Tak terkecuali di pasar modal kita (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG) yang sampai Senin, 14 September 2020 masih tercatat turun 18% dibandingkan posisi penutupan akhir tahun di 2019," ujar Inarno dalam acara webinar Inspiration Talk MNC Sekuritas, Kamis (17/9/2020).
Meskipun IHSG masih mengalami penurunan selama pandemi, Inarno menyebut selama masa pandemi terjadi peningkatan jumlah online trading, dimana penggunaan online trading meningkat sebesar 50%.
Baca Juga: IHSG Ditutup Turun 0,22% ke 5.047 Jeda Siang Ini
"Luar biasa online trading naik 50% jadi sekarang porsinya 50%, ini luar biasa perkembangannya setelah ada pandemi digitalisasi merupakan hal yang mudah untuk kita terima bersama," kata dia.
Dia menjelaskan, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), BEI tidak menghentikan operasional maupun layanan ke publik termasuk edukasi ke calon investor, investor, calon emiten dan emiten.
"Kegiatan operasional tetap dapat berjalan melalui pemanfaatan teknologi dan media digital. Sampai dengan akhir Agustus 2020, BEI telah menjalankan lebih dari 3500 kegiatan edukasi pasar modal secara online dengan peserta hampir 800.000 orang," ucap Inarno.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)