JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 211,38 poin atau 2,79 persen ke posisi 7.374,31 pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026).
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 22,31 poin atau 2,87 persen ke posisi 753,74.
Sebelumnya, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan mengungkapkan bahwa pasar modal Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada pekan perdagangan 9-13 Maret 2026. David memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan rentang support di level 7.400 dan resistance di level 7.900.
Kondisi ini menyusul pelemahan signifikan IHSG pada pekan sebelumnya yang merosot 7,89 persen ke level 7.585, diiringi aksi jual bersih (outflow) investor asing yang mencapai Rp2,5 triliun di pasar reguler.
David menekankan bahwa stabilitas sentimen investor domestik kini menjadi perhatian utama, terutama pasca revisi prospek utang Indonesia oleh lembaga internasional. Selain itu, perkembangan konflik di Timur Tengah antara AS-Israel melawan Iran turut menjadi variabel krusial yang dipantau pasar.
"Fokus utama pelaku pasar pada pekan depan kemungkinan masih tertuju pada stabilitas sentimen investor terhadap ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar," tegas David dalam risetnya.