Baca Juga: Perlahan, Pemilik Perusahaan Mobil Listrik Asal China Ini Jadi Miliarder Baru
Dalam kunjungan ke Korsel, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu juga menyebut, dia bersama Menteri Erick akan bertemu dengan sejumlah investor asal perusahan setempat. Meski begitu, dia tidak menyebut perusahaan mana yang dia maksudkan.
"Bahkan ada beberapa perusahaan Korea juga. Dalam kunjungan kami dengan Pak Erick akan meng-clear-kan ini, sedikit lagi," ujar dia.
Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi Sumber Daya Alam yang melimpah, khususnya nikel diyakini mampu menghasilkan baterai yang berkualitas tinggi. Bahkan, Bahlil mencatat setidaknya 20% baterai di dunia berasal dari Indonesia.
Karena itu, pihaknya berambisi untuk terus meningkatkan bisnis tersebut hingga menjadikan Indonesia sebagai produsen besar di dunia. Langkah itu dilakukan dengan meningkatkan penggunaan nikel sebesar 85 persen untuk memenuhi pasokan baterai. Saat ini, kata dia, produksi nikel cenderung dijual dalam bentuk mentah yang bernilai rendah.
(Fakhri Rezy)