IHSG Lesu di Awal Bulan, Cek 5 Saham Pilihan Hari Ini

Aditya Pratama, Jurnalis
Kamis 01 Oktober 2020 07:34 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah hari ini. Adapun indeks akan bergerak di kisaran 4.778-4.975.

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI telah menunjukkan sinyal negatif.

"Di sisi lain, terlihat pola three black crows candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG," ujar Nafan dalam risetnya, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga: Daftar 4 Saham Perbankan yang Layak Dikoleksi

Berdasarkan rasio fibonacci, support dan resistance berada pada 4.778,71 hingga 4.975,54. IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,19 persen ke 4.870, terdapat 196 saham menguat, 217 saham melemah dan 161 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp7 triliun dari 11,4 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

Baca Juga: IHSG Tenggelam di Zona Merah, Berakhir Turun 0,19% ke 4.870

Saham BBNI

Daily (4440) (RoE: 7.78%; PER: 9.11x; EPS: 481.76; PBV: 0.71x; Beta: 2.03): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 4.350 – 4.440, dengan target harga di level 4.650, 5.350, 6.025 dan 6.675. Support: 4.350 & 4.125.

Saham BEST

Daily (169) (RoE: -1.69%; PER: -21.78x; EPS: -7.76; PBV: 0.37x; Beta: 2.2): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 163 – 169, dengan target harga secara bertahap di level 179, 190, 198 dan 234. Support: 163 & 148.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya