Memilih Saham di Masa Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis
Rabu 07 Oktober 2020 12:10 WIB
saham (Shutterstock)
Share :

Likuiditas saham menjadi indikator berikutnya. Maksud dari likuid adalah banyak diperdagangkan, atau banyak investor perorangan atau lembaga yang memiliki dan memperdagangkan saham ini. Saham-saham kategori blue chip juga biasanya masuk ke daftar saham teraktif yang diperdagangkan di bursa. Di BEI, ada indeks saham LQ45. Indeks saham ini berisi 45 saham yang paling likuid. Rata-rata saham blue chip ada di indeks tersebut. Tapi bukan berarti semua yang di LQ45 itu blue chip.

Bisa saja ada saham yang saat itu karena sektornya lagi ramai, sehingga banyak ditransaksikan, dan bukan karena laba perusahaannya sedang menanjak. Konstituen saham yang masuk perhitungan indeks LQ45 direviu setiap enam bulan sekali. Jadi, bisa ada saham yang saat ini ada dalam daftar LQ45, dan ada yang kemudian berganti.

Untuk membayangkan perusahaan seperti apa yang masuk kategori saham blue chip, investor dapat melihat tolak ukurnya dari 20 emiten yang paling banyak disebut sebagai emiten blue chip dalam riset-riset yang dibuat perusahaan sekuritas yang dipublikasikan oleh media massa.Contoh 20 saham tersebut, antara lain, perusahaan sektor konstruksi Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), perusahaan semen, Semen Indonesia Tbk (SMGR),sektor petambangan, yaitu Adaro Energy Tbk (ADRO), Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Bumi Resource Tbk (BUMI), perusahaan logistik AKR Corporindo Tbk (AKRA), grup usaha otomotif Astra International Tbk (ASII). Selain itu, sektor makanan, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), sektor kimia, Barito Pasific Tbk (BRPT), sektor telekomunikasi, Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk (TLKM), sektor alat berat United Tractors Tbk (UNTR), sektor rokok, Gudang Garam Tbk (GGRM) dan HM Sampoerna Tbk (HMSP). Sektor properti diwakili oleh Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), sektor media massa, Global Mediacom Tbk (BMTR). Yang paling banyak adalah sektor perbankan,antara lain, Bank Central Asa Tbk (BBCA), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN), dan Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI). Sebagian besar saham-saham ini ada di daftar saham LQ45.

Ketika hendak memilih saham-saham blue chip ini, pastikan investor juga memahami sektor usaha masing-masing. Investor juga perlu melihatkembali tujuan investasi saham. Belilah saham untuk tujuan investasi jangka panjang untuk meminimalkan risiko investasi. Semakin banyak jenis saham yang dipilih (prinsip diversifikasi) juga semakin baik, walaupun membutuhkan modal yang besar. Diversifikasi mampu mengurangi risiko investasi.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya