JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan penguatan Rupiah pada Oktober 2020 didorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik dipengaruhi meningkatnya likuiditas global dan tetap terjaganya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik.
Dengan perkembangan ini, Rupiah masih undervalue. Adapun, sampai dengan 12 Oktober 2020 mencatat depresiasi sekitar 5,56% dibandingkan dengan level akhir 2019.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Menguat, Ada Sentimen Apa Saja?
"Ke depan, Bank Indonesia memandang penguatan nilai tukar Rupiah berpotensi berlanjut seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued," kata Perry dalam video virtual, Selasa (13/10/2020).
Baca Juga: Rupiah Dibuka Lesu di Rp14.746/USD
Dia melanjutkan, defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi yang rendah dan terkendali, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko Indonesia yang menurun, serta likuiditas global yang besar.
"Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar," tandasnya.
(Feby Novalius)