JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim kuartal III-2020. Timah mencatatkan rugi bersih sebesar Rp255,16 miliar atau lebih kecil dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp390,07 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp11,88 triliun atau lebih rendah 18,42 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,56 triliun. Adapun beban pokok pendapatan mengalami penurunan sebesar 17,88 persen menjadi Rp11,12 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp13,53 triliun.
Baca juga: Produksi Naik 2 Kali Lipat, Kenapa Timah Rugi Besar?
Dibandingkan dengan kuartal II-2020, kinerja Timah juga menunjukkan adanya perbaikan, diantaranya Gross Profit Margin (GPM) yang naik menjadi 6,40 persen dari sebelumnya 3,13 persen. Laba kotor perseroan sebesar Rp760,02 miliar atau naik signifikan dari kuartal II-2020 sebesar Rp249,94 miliar. Di samping itu, Net Profit Margin (NPM) meningkat dari sebelumnya -4,89 persen menjadi -2,15 persen.
Pada kuartal III-2020 tercatat cashflow operasi sebesar Rp 4,84 triliun, naik dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp 3,17 triliun. EBITDA pada kuartal III-2020 sebesar Rp 850,36 miliar meningkat jika dibandingkan kuartal II-2020 yang sebesar Rp 338,72 miliar. Membaiknya cashflow operasi dan EBITDA merupakan indikator sehatnya finansial emiten, sehingga TINS mampu membayar sebagian kewajiban jangka pendeknya dan hutang obligasi. Posisi utang bank jangka pendek sebesar Rp 4,74 triliun turun sebesar 46,10 persen dibanding tahun sebelumnya Rp8,79 triliun).
Baca juga: Rugi Rp611,28 Miliar, Bos PT Timah Masih Aman dari Perombakan
Selain itu, uji coba vaksin di beberapa negara telah membawa harapan baik bagi pulihnya pasar komoditas logam. Pada kuartal III-2020 permintaan logam timah tercatat 85,7 Kiloton atau naik sebesar 8,07 persen dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 79,3 Kiloton. Defisit logam timah pada kuartal III-2020 menyebabkan harga logam timah terus membaik dan berpotensi kembali ke harga semula pada awal tahun 2021.
TINS mencatatkan ekspor timah sebesar 98 persen, sedangkan sisanya untuk pasar domestik. Adapun destinasi ekspor TINS sampai dengan kuartal III-2020 adalah benua Asia 68 persen, Eropa 15 persen dan Amerika 15%.
(Fakhri Rezy)