Pada kuartal III-2020 tercatat cashflow operasi sebesar Rp 4,84 triliun, naik dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp 3,17 triliun. EBITDA pada kuartal III-2020 sebesar Rp 850,36 miliar meningkat jika dibandingkan kuartal II-2020 yang sebesar Rp 338,72 miliar. Membaiknya cashflow operasi dan EBITDA merupakan indikator sehatnya finansial emiten, sehingga TINS mampu membayar sebagian kewajiban jangka pendeknya dan hutang obligasi. Posisi utang bank jangka pendek sebesar Rp 4,74 triliun turun sebesar 46,10 persen dibanding tahun sebelumnya Rp8,79 triliun).
Baca juga: Rugi Rp611,28 Miliar, Bos PT Timah Masih Aman dari Perombakan
Selain itu, uji coba vaksin di beberapa negara telah membawa harapan baik bagi pulihnya pasar komoditas logam. Pada kuartal III-2020 permintaan logam timah tercatat 85,7 Kiloton atau naik sebesar 8,07 persen dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 79,3 Kiloton. Defisit logam timah pada kuartal III-2020 menyebabkan harga logam timah terus membaik dan berpotensi kembali ke harga semula pada awal tahun 2021.
TINS mencatatkan ekspor timah sebesar 98 persen, sedangkan sisanya untuk pasar domestik. Adapun destinasi ekspor TINS sampai dengan kuartal III-2020 adalah benua Asia 68 persen, Eropa 15 persen dan Amerika 15%.
(Fakhri Rezy)