9 Fakta di Balik Indonesia Resesi, Waspada Depresi Ekonomi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 06 November 2020 02:33 WIB
Indonesia Resesi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Indonesia masuk jurang resesi setelah ekonomi kuartal III-2020 minus 3,49%. Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia juga minus 5,32%. Hal ini menandakan Indonesia resmi masuk resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut mengalami minus.

"Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Namun, pihak pemerintah mengklaim meski ekonomi Indonesia minus dan masuk resesi, tetapi ekonomi Indonesia menuju tren positif dan perbaikan. Ekonomi kuartal IV-2020 diharapkan bisa positif 1,6%.

Baca Juga: Banyak Perusahaan yang Bangkrut Ketika Indonesia Resesi

Berikut fakta-fakta soal ekonomi Indonesia minus 3,49% dan masuk jurang resesi seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

1. Indonesia Resmi Resesi, Ekonomi Minus 3,49%

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

"Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami pertumbuhan 5,05%, sehingga kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I hingga kuartal III masih alami kontraksi 2,03%.

2. Penjelasan soal Resesi

Resesi merupakan siklus dari perekonomian kita. Di mana ukuran ekonomi dihitung berdasarkan seberapa besar output atau produksi yang dihasilkan dalam satu tahun.

"Nah pada umumnya, output yang dihasilkan dalam setahun harus meningkat setiap tahunnya. Kalau tahun ini produksi 100 unit, tahun depan seharusnya tumbuh 105 unit atau ada kenaikan 5%. Resesi itu terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif, dari 100 unit, turun 95 dan berlangsung dua triwulan berturut-turut," ujar Pengamat Ekonomi Piter Abdullah.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya