"Di tengah pertumbuhan industri nonmigas yang terkontraksi 4,20%, industri makanan dan minuman masih tumbuh positif sebesar 0,66%. Kami terus berupaya meningkatkan kinerjanya," tuturnya.
Sub-sektor industri agro yang memberikan kontribusi besar pada PDB sektor pengolahan nonmigas pada triwulan III-2020, yakni industri makanan dan minuman dengan sumbangsih mencapai 39,51%. Selanjutnya, diikuti industri pengolahan tembakau (4,8%), industri kertas dan barang dari kertas (4,22%), serta industri kayu, barang dari kayu, rotan dan furnitur (2,84%).
Pada Januari-Agustus 2020, total nilai ekspor industri agro menembus USD29,27 miliar atau berkontribusi hingga 35,36% pada ekspor sektor manufaktur sebesar USD82,76 miliar.
Dari realisasi nilai investasi PMA dan PMDN di sektor industri pengolahan nonmigas yang mencapai Rp201,9 triliun pada Januari-September 2020, kontribusi industri agro sebesar Rp91,9 triliun. "Ini salah satu bukti bahwa industri agro masih bergeliat di tanah air," papar Menperin.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)