JAKARTA - Indonesia berkontribusi secara global melawan virus Covid-19. Selain sebagai salah satu pusat penelitian uji klinik fase III bagi vaksin Sinovac yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Indonesia juga turut serta meneliti dan memproduksi vaksin Covid-19 mandiri yang disebut vaksin Merah Putih.
Saat ini Indonesia sedang berproses untuk menghasilkan vaksin. Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek BRIN Ali Ghufron Mukti menyatakan perusahaan nasional Bio Farma CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) dalam pegembangan vaksin di dunia.
Baca juga: Erick Thohir Siapkan 160 Juta Vaksin Covid-19 Berbayar untuk 75 Juta Orang
“Kita bersyukur bahwa perusahaan nasional Bio Farma masuk ke dalam CEPI yang mana ikut berperan dalam inovasi dan produksi vaksin di dunia,” ungkapnya dalam dialog KPC PEN dengan tema Vaksin dan Pembangunan Kesehatan Indonesia secara virtual, Rabu (18/11/2020).
Pengembangan vaksin Merah Putih dengan beberapa institusi seperti Lembaga Eijkman dan beberapa Universitas, termasuk LIPI dengan platform yang berbeda-beda dengan target produksi di tahun 2021.
Baca juga: Jokowi: Insya Allah Vaksinasi Covid-19 Mulai Desember
“Kita targetkan vaksin Merah Putih bisa diproduksi 2021. Faktor yang menjadi fokus pengembangan vaksin Merah Putih tentu keamanannya, kemudian tingkat efektivitasnya. Stabilitas vaksin Merah Putih itu sendiri, implementasi, hingga ketersediaannya nanti juga akan terus dipantau,” kata Ali Ghufron.
Vaksin Merah Putih, jelas Ali Ghufron berbasis virus Covid-19 yang beredar di Indonesia dan dikembangkan anak bangsa. Kemandirian ini sangat penting, karena menyangkut kedaulatan dan kemampuan sebuah negara dalam penguasaan teknologi dan inovasi.