Selain itu, selama konsumen kelas menengah dan atas tahan belanja maka industri tidak berani menambah stok pasokan bahan baku termasuk bahan baku impor. Lalu, dari sisi impor barang konsumsi negatif minus 7,58% dibanding bulan sebelumnya.
"Padahal pelaku usaha kan biasanya stok impor barang konsumsi untuk mempersiapkan Harbolnas 11.11 pada bulan berikutnya. Penjualan lewat e-commerce meskipun naik tapi belum bisa mengimbangi penurunan tajam pada ritel konvensional. Ini berarti konsumsi memang belum pulih;" bebernya.
Sementara dari kinerja ekspor non migas ada kenaikan 3,54% secara month to month. Ekspor disuport oleh perbaikan permintaan di China yang naik 8,9% dibanding bulan sebelumnya.
"Porsi ekspor ke China juga merangkak menjadi 18,6% dari total ekspor," tandasnya.
(Feby Novalius)