Perusahaan Ritel Ajukan Bangkrut, 13.000 Pekerja Terancam PHK

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 02 Desember 2020 14:28 WIB
Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Perusahaan ritel asal Inggris Arcadia tengah mencari perlindungan dari kreditur. Sehingga perusahaan bisa menyelamatkan 13.000 para pekerja seperti merek dagang Topshop yang bangkrut akibat pandemi covid-19.

Menurut pernyataan dari Deloitte, perusahaan yang juga memiliki Miss Selfridge dan Dorothy Perkins, telah memasuki administrasi, yang kira-kira setara dengan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di Amerika Serikat. Deloitte mengatakan tidak ada redundansi yang diumumkan Senin dan toko akan terus beroperasi.

Baca Juga: Selama Pandemi Konsumen Cuma Belanja Rp100 Ribu, Abis Itu Buru-Buru Pulang

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi semua kolega kami serta pemasok kami dan banyak pemangku kepentingan lainnya. Dampak pandemi Covid-19 termasuk penutupan paksa toko kami untuk waktu yang lama telah berdampak parah pada perdagangan di semua merek, "ujar CEO Arcadia Grabiner, pernyataan itu mengutip dari CNN, Rabu (2/12/2020).

Pengajuan kebangkrutan terjadi saat ekonomi Inggris bergulat dengan krisis pengangguran yang terus meningkat dan resesi terburuknya dalam lebih dari 300 tahun. Pengecer pakaian besar, termasuk Marks & Spencer (MAKSY) dan Selfridges, telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja sebagai akibat dari pandemi. Mengingat perusahaan terpaksa harus menutup toko selama berbulan-bulan dan mempercepat peralihan ke belanja online yang sudah merugikan toko-toko jalanan.

Baca Juga: Orang Kaya Tahan Uang untuk Belanja, Aprindo: Memang Situasi Belum Normal

Arcadia, yang memotong 500 para pekerjanya di kantor pusat awal tahun ini, sedang berjuang bahkan sebelum pandemi melanda. Grup tersebut menghindari kebangkrutan pada Juni 2019 setelah berhasil menegosiasikan kembali pembayaran utang dan merestrukturisasi bisnis.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya