Aturan Vaksin Covid-19 Gratis dan Berbayar Terbit 2 Minggu Lagi

Fadel Prayoga, Jurnalis
Senin 07 Desember 2020 10:00 WIB
Vaksin (Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian selaku Ketua Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan regulasi terkait vaksinasi Covid-19. Nantinya, akan terbagi dua metode, yaitu pemberian gratis dari pemerintah dan vaksinasi mandiri.

“Di dalam peratuian diatur skema vaksinasi, yaitu vaksin program pemerintah yang vaksin gratis dan vaksin mandiri secara berbayar kepada masyarakat,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (7/12/2020).

 Baca juga: Erick Thohir Pastikan Vaksin Covid-19 Halal dan Terdaftar di BPOM

Dia menargetkan peraturan terkait skema vaksinasi itu akan selesai paling lama dalam dua minggu ke depan.

“Aturan rinci akan diseleksaikna dalam seminggu dan 2 minggu ke depan. Dengan terus meningkatkan kedisiplinan,” ujarnya.

 Baca juga: Soal Vaksin Covid-19, Erick Thohir: Kita Negara Paling Agresif

Dia berharap dalam waktu dekat dengan adanya vaksin ini Indonesia dapat segera mengatasi pandemi ini. Sehingga, perekonomian Tanah Air pun bisa bangkit seperti sebelum adanya wabah tersebut.

“Vaksinasi akan membangun rasa aman dan kepercayaan sebagai bangsa dalam melakukan berbagai aktivitas sosial ekonomi kita untuk mendorong dan meningkatkan dan menjaga pertumbiuhan ekonomi nasional,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pemerintah telah menerima 1,2 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19). Vaksin itu, kata Jokowi, buatan Sinovac. Vaksin tersebut telah tiba di Indonesia pada malam hari ini.

"Saya ingin menyampaikan satu kabar baik, satu kabar baik, bahwa hari ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19," kata Jokowi melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, kemarin.

Jokowi membeberkan bahwa vaksin buatan Sinovac tersebut telah dilakukan uji klinis sejak Agustus 2020. Salah satu yang melakukan uji klinis terhadap vaksin tersebut yakni Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

"Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020, yang lalu," ucap Jokowi.

"Kita juga masih mengupayakan 1,8 juta dosisi vaksin yang akan tiba di awal Januari 2021," sambungnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya