Hoesen menuturkan, sampai dengan akhir november 2020 jumlah investor pasar modal terus mengalami peningkatan, total Single Investor Identification (SID) per akhir November 2020 sudah mencapai 3,6 juta atau naik sebesar 45% jika dibandingkan per 31 Desember 2019 yang hanya sebesar 2,48 juta.
Dari jumlah investor tersebut persebaran investor mayoritas memang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa khususnya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Namun demikian, pertumbuhan tertinggi jumlah investor dan perkembangan transaksi investor tertinggi di tahun 2020 ini mulai didominasi investor dari luar Jawa seperti Sumatera Selatan, Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur hingga Maluku Utara dan Papua Barat.
"Dari berbagai kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya mendorong peningkatan investor ritel domestik menjadi penting dalam mendorong stabilitas dan pertumbuhan kinerja pasar modal Indonesia ke depan khususnya dalam menghadapi saat saat krisis," ucapnya.
(Dani Jumadil Akhir)