Di mana, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai USD15,28 miliar atau naik 6,36% dari USD14,36 miliar pada Oktober 2020. Sedangkan nilai impor mencapai USD12,66 miliar atau meningkat 17,4% dari USD10,79 miliar pada bulan sebelumnya.
Indikator lain adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melesat hingga mencapai rekor 6.800 pada akhir Desember 2021. Prediksi ini disampaikan oleh JPMorgan, perusahaan jasa keuangan global asal AS.
"Kita ketahui bersama capaiannya dari segi ekonomi, kita melihat ada tanda-tanda pemulihan ekonomi yang secara garis besar tadi sudah ada. Ada rilis dari BPS dan ekspor kita juga tinggi kemudian juga terkait dengan kita mengetahui di bursa saham indeks kita sudah berada di atas 6100 JPMorgan menargetkan kita sudah ada 6800 di tahun depan," katanya.
Dengan indikator tersebut di atas, maka kemungkinan besar pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap sejumlah program, termasuk Kartu Prakerja.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)