Adapun dari sisi primary market, di pasar modal sudah mengalami sedikit aktivitas walaupun dibandingkan tahun lalu ada penurunaan dari sisi jumlah dan value.
Jika dibandingkan dengan pasar modal regional, menurut dia, Indonesia paling tinggi atau memberikan efektifitas kepada emiten baru.
"Jadi sampai hari ini sudah ada 48 emiten baru. Sebanyak 44 emiten saham, lalu empat-nya emiten baru dari surat utang. Selain itu antara lain ada penawaran umum berkelanjutan dan right issue yang secara total sebesar Rp114,6 triliun. Angka itu kalau kita lihat dari sisi kegiatan secondary dan primary-nya," jelas Yunita.
Dia melanjutkan, kegiatan atau transaksi yang dilakukan oleh ritel investor domestik jika dibandingkan tahun lalu ada penambahan jumlah Nomor Single Investor Identification (SID). Per 14 Desember saja, sudah ada 1.610.000 sedangkan pada akhir tahun 2019 sebesar 1.100.000 investor. "Ini artinya ada kenaikan yang sangat luar biasa sekitar 50%" ucap dia.
CM
(Yaomi Suhayatmi)