NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah, di mana indeks S&P 500 turun karena kekhawatiran atas varian baru virus corona. Selain itu data ekonomi yang mengecewakan menjadi faktor negatif bagi pasar saham.
Dow Jones juga ditutup lebih rendah, sementara Apple Inc membantu Nasdaq ke level penutupan tertinggi sepanjang masa. Dow Jones Industrial Average turun 200,94 poin atau 0,67% menjadi 30.015,51.
Baca Juga: Wall Street Mixed Dibayangin Jenis Baru Virus Covid-19
S&P 500 kehilangan 7,66 poin atau 0,21% menjadi 3.687,26 dan Nasdaq Composite bertambah 65,40 poin atau 0,51% menjadi 12.807,92.
"Hari ini pasar sedang menarik napas. Mencerna dua bagian besar berita dalam 24 jam terakhir, seperti stimulus dan jenis Covid baru,” kata Ahli Strategi Pasar Senior LPL Financial Ryan Detrick, dilansir dari Reuters, Rabu (23/12/2020).
Baca Juga: 3 Indeks Utama Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Ditopang Harapan Stimulus
Wall Street melemah karena terjadi peningkatan kasus Covid yang telah menginfeksi 214.000 orang Amerika setiap hari. Ditambah lagi adanya varian baru yang menyebar dengan cepat seperi virus yang ditemukan di Inggris.
Inggris pun menghentikan pergerakan masuk dan keluar dari negaranya dan membuat pembuat vaksin Pfizer Inc dan Moderna Inc berusaha keras memastikan obat mereka efektif melawannya.
Peningkatan kasus dan varian baru COVID-19 pun membuat stimulus baru yang baru disahkan menjadi kurang berdampak. Semalam, Kongres mengesahkan paket bantuan pandemi senilai USD892 miliar yang bertujuan menopang pemulihan ekonomi.
Dengan demikian, ketakutan akan virus corona dan optimisme tentang pemulihan ekonomi membuat volatilitas ekstrem di Wall Street. Bahkan pada 2020, S&P 500 mencatat keuntungan atau kerugian harian sebesar 2% atau lebih dari 40 kali atau yang terbesar dalam lebih dari satu dekade .
"Ini akan menjadi tahun pertama dalam sejarah ketika stok turun 30% untuk tahun ini pada satu titik dan berakhir di area hijau," kata Detrick.