Dalam pertemuan darurat bersama para ahli kesehatan dan pejabat pemerintahan, Duterte memerintahkan seluruh penumpang dari Inggris, atau yang sempat transit di negara itu, untuk menjalani karantina selama 14 hari.
Seluruh penumpang dari wilayah yang telah melaporkan kasus pertama varian baru COVID-19 juga wajib menjalani isolasi mandiri. Sejauh ini, Inggris, Hong Kong, Singapura, Australia, dan Jepang telah melaporkan adanya kasus pertama untuk varian baru COVID-19.
Duterte berjanji akan menggratiskan vaksin untuk total 108 juta warganya. Pengiriman dan vaksinasi akan dimulai pada Mei 2021.
“Jika (dalam rentang waktu itu) jumlah kasus terus bertambah parah maka kamu akan segera mengambil langkah pencegahan, kemudian kami kemungkinan akan kembali memberlakukan karantina,” kata Duterte.
Filipina pada pertengahan Mei 2020 memberlakukan aturan karantina paling ketat dan terlama. Namun, pemerintah secara bertahap mengurangi pembatasan dan membuat pelonggaran pada Juni demi membuka kembali perekonomian.
Filipina masih berunding dengan beberapa produsen vaksin seperti Pfizer Inc, Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson, Novavax Inc, Sinovac, dan Gamaleya Institute, agar dapat menyediakan kurang lebih 80 juta dosis vaksin COVID-19 untuk warganya.
(Dani Jumadil Akhir)