Investor Ngutang demi Beli Saham? Cek Dulu Risikonya

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis
Rabu 20 Januari 2021 11:43 WIB
IHSG (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Fenomena pembelian saham memakai uang utang ramai diperbincangkan. Bahkan banyak investor pemula yang rela menggadaikan BPKB atau surat tanah agar bisa berinvestasi di saham.

Namun menurut Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah, investor saham yang menggunakan sumber dana utang sebenarnya bukan hal yang baru.

"Walaupun sangat berisiko dan seharusnya dihindari. Besar kecilnya risiko penggunaan utang dalam investasi saham akan bergantung kepada jenis utang yang digunakan," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga: Fenomena Beli Saham Pakai Utang, Investor Jangan Terlalu Percaya Diri Raup Cuan 

Apabila utang jangka panjang dan bunganya tidak terlalu tinggi, risiko investasi sahamnya masih terukur. Investor masih mempunyai peluang untuk mendapatkan keuntungan. Tapi kalau utangnya utang jangka pendek dengan suku bunga tinggi maka akan sulit untuk mengejar keuntungan.

"Saya kira investor yang menggunakan utang untuk investasi saham sudah sangat mengkalkulasikan semua risiko dan peluangnya," papar dia.

Dengan kata lain yang bersangkutan seharusnya adalah mereka yang well educated atau Literasi keuangannya cukup tinggi.

"Setidaknya dia pasti bisa berhitung bahwa tingkat keuntungan di pasar modal jauh lebih tinggi dibandingkan biaya bunga utang," ungkap dia.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi memandang fenomena beli saham pakai utang tentu hal yang tidak baik. Menurut dia selain berpotensi memberikan keuntungan yang baik, masih ada juga risiko kerugian.

"Sehingga kami mengingatkan untuk tidak menggunakan dana yang bersumber dari pinjaman atau utang, atau dana yang diperlukan untuk kebutuhan sehari hari, atau dana untuk kebutuhan darurat, atau dana kebutuhan jangka pendek lainnya," ucapnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya