JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden segera memulihkan ekonomi dunia. Apalagi saat ini, ekonomi China sudah kembali pulih dengan pertumbuhan 3%.
"AS memiliki presiden baru untuk bisa memberikan harapan untuk memulihkan ekonomi dunia," kata Sri Mulynai dalam video virtual, Kamis (21/1/2021).
Baca Juga: Punya 'Senjata' USD1,9 Triliun, Ini Rencana Besar Joe Biden Pulihkan Ekonomi AS
Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengajukan paket stimulus Covid-19 ke parlemen AS sebesar USD1,9 triliun atau sekitar Rp26.763 triliun dihitung berdasarkan kurs Rp14.086 per dolar AS. Kendati demikian, proposal anggaran tersebut masih ditentang Partai Republik. Namun demikian, Gedung Putih beralasan besaran paket stimulus telah sesuai dengan rekomendasi dari para pakar ekonomi dan kesehatan.
Paket tersebut dirancang sebagai titik awal. Itu dirancang dengan komponen-komponen yang diperlukan guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS, Bagaimana Stimulus USD1,9 Triliun?
Saat ini, proposal anggaran tersebut diajukan melalui proses perubahan rancangan undang-undang. Terkait penyelesaian di parlemen dan senat akan dikendalikan oleh Partai Demokrat.
Proposal anggaran tersebut juga telah mendapatkan dukungan dari kelompok pengusaha di AS dan telah disampaikan kepada Senator Bernie Sanders. Biden pun berkomitmen 100 juta orang divaksinasi dalam 100 hari pertama di masa kepemimpinannya.