Pengusaha Ritel Tolak Usulan Lockdown Akhir Pekan

Fadel Prayoga, Jurnalis
Rabu 27 Januari 2021 09:57 WIB
Ekonomi (Foto: Shutterstock)
Share :

Dia menyebut, bila hanya mengandalkan aparat pemerintah dalam menindak dan melakukan pengawasan memang kurang efektif, karena jumlah petugasnya yang terbatas.

"Masyarakat diberi otoritas untuk menegur orang. Kalau sekarang kita tegur orang, bisa berantem, bisa terjadi polemik. Tapi kalau pemerintah juga melibatkan masyarakat untuk saling edukasi, membangun kesadaran satu yang lainnya, maka bisa dilakukan dengan (penerbitan) Perda, PP, atau SE, ini akan saling menyadari," katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, daripada hanya memperpanjang PPKM, lebih baik pemerintah melakukan lockdown total akhir pekan, mulai Jumat malam pukul 19.00 WIB hingga Senin pukul 05.00 pagi.

"Selama dua hari tiga malam, semua orang tidak boleh lagi keluar rumah. Itu terutama di daerah zona merah dan oranye di seluruh Indonesia. Nanti dia hanya boleh keluar lagi pada Senin jam 5 pagi," katanya, Senin (25/1/2021).

Dikatakan Saleh, jika semua orang berada di dalam rumah secara menyeluruh selama dua hari tiga malam secara bersamaan, diharapkan akan berdampak pada menurunnya tingkat penyebaran virus.

"Kalau misalnya tidak lockdown seperti itu, apa yang dilakukan sekarang hanya sampai jam 7 malam, kemudian aktivitas lainnya tetap, ya masih ada penyebaran disana sini. Tapi kalau lockdown enggak ada yang boleh keluar, kalau keluar diberi ketegasan denda, banyak orang nggak keluar. Jadi menurut saya itu rumusnya," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya