Hari Ini Widodo Makmur Unggas Melantai di Bursa

Fadel Prayoga, Jurnalis
Selasa 02 Februari 2021 06:32 WIB
Widodo Makmur Unggas. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan emiten baru hari ini, Selasa (2/2/2021). Adapun salah satunya adalah PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU).

"Dengan ini diumumkan bahwa apabila seluruh syarat Pencatatan Efek Calon Perusahaan Tercatat sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat telah dipenuhi oleh Calon Perusahaan Tercatat, maka Efek Perseroan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Februari 2021 dengan menggunakan kode WMUU," tulis keterbukaan informasi publik yang dikutip Okezone, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga: Jokowi Resmikan Bank Syariah Indonesia, Saham BRIS Meroket 20%

Sementara itu, Direktur Utama WMU Ali Mas'adi, mengatakan dalam IPO ini Perseroan menetapkan harga saham perdana melalui skema Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO) di angka Rp180 per lembar saham. Kemudian, mengalokasi penjatahan saham untuk fixed allotment sebanyak 99% dan pooling allotment 1%.

Baca Juga: Cukai Naik 12,5%, Saham Rokok Tertekan

Dalam gelaran IPO ini, proporsi investor yang menyerap yakni investor institusi 69,5% dan ritel 30,5%. Seiring dengan market yang di dominasi oleh pemain retail, saat ini diperlukan alokasi retail yang mencukupi dan juga untuk menjaga likuiditas di pasar sekunder.

"Saham IPO kami masih cukup diminati di tengah kondisi pasar yang masih challenging (menantang). Ditambah lagi IPO ini dilakukan pada awal tahun dan investor masih mengamati pergerakan pasar dan kondisi perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Sebagai korporasi yang terus tumbuh, Perseroan pun akan terus melebarkan sayap bisnisnya di sektor poultry," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Dia mengaku juga berupaya menjaga minat investor di pasar sekunder (secondary market) menjadi lebih baik, dengan menurunkan total saham yang dilepas ke publik atau free float dari 35% menjadi 15% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

"Kami ingin menjaga performa saham di pasar sekunder tetap berjalan baik dan stabilitas demand terjaga," jelas Ali Mas'adi.

Adapun masa penawaran awal atau bookbuilding telah dilakukan pada 7-13 Januari 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diperoleh pada tanggal 22 Januari 2021.

Selanjutnya penawaran umum dilakukan 25 - 27 Januari 2021. Untuk penjatahan saham pada 29 Januari 2021 dan distribusi saham 1 Februari 2021. Pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 2 Februari 2021.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya