Dia mengaku juga berupaya menjaga minat investor di pasar sekunder (secondary market) menjadi lebih baik, dengan menurunkan total saham yang dilepas ke publik atau free float dari 35% menjadi 15% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
"Kami ingin menjaga performa saham di pasar sekunder tetap berjalan baik dan stabilitas demand terjaga," jelas Ali Mas'adi.
Adapun masa penawaran awal atau bookbuilding telah dilakukan pada 7-13 Januari 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diperoleh pada tanggal 22 Januari 2021.
Selanjutnya penawaran umum dilakukan 25 - 27 Januari 2021. Untuk penjatahan saham pada 29 Januari 2021 dan distribusi saham 1 Februari 2021. Pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 2 Februari 2021.
(Feby Novalius)