Belum Penuhi Kewajiban, Saham FASW Disuspensi BEI

, Jurnalis
Selasa 02 Februari 2021 15:44 WIB
Saham (Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Lantaran belum memenuhi kewajiban peraturan yang telah ditentukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), akhirnya perdagangan saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dihentikan sementara atau disuspensi oleh BEI pada perdagangan sesi pertama, 1 Februari kemarin. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta.

Mengutip Neraca, BEI menjelaskan bahwa kebijakan itu diambil karena emiten kertas itu belum memenuhi ketentuan minimal saham beredar sebesar 7,5%. Oleh karena itu, sehubungan dengan kewajiban pemenuhan ketentuan V.1. Peraturan Bursa I-A, Bursa telah memberikan peringatan tertulis III dan denda atas belum terpenuhinya ketentuan tersebut dan memberikan batas waktu kepada perseroan untuk memenuhi ketentuan dimaksud sampai dengan tanggal 31 Desember 2020.

 Baca juga: Fajar Surya Bukukan Kenaikan Laba 136% pada 2018

Untuk diketahui, FASW dikuasai oleh PT Intercipta Sempana sebesar 44,48%, Solustion sebesar 55,23%. Sehingga porsi saham publik hanya 0,29%. Perseroan dalam memacu pertumbuhan bisnisnya akan terus menggali potensi pasar dalam negeri dan salah satunya dengan dukungan pabrik PT Dayasa Aria Prima yang berlokasi di Jawa Timur.

Sekretaris Perusahaan FASW, Marco Hardy pernah bilang, fokus pangsa pasar Fajar Surya Wisesa adalah ke pasar domestik. Salah satu faktor yang dilihat oleh FASW adalah tingkat konsumsi kertas per-kapita di Indonesia yang punya peluang cukup besar ke depannya. FASW melansir data dari berbagai sumber, melihat bahwa konsumsi kertas di Indonesia baru 19 kilogram kertas per kapita, masih jauh jika dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand. "Saat ini perusahaan sebagai grup, fokus pengembangan ekspansi pabrik anak usaha, PT Dayasa Aria Prima di Surabaya yang diharapkan proses refurbishment bisa selesai di pertengahan tahun 2021," jelasnya.

Baca juga: Naik Tak Karuan, BEI Setop Sementara Saham GLOB

Emiten produsen kertas ini menyebutkan, agenda pengembangan bisnis di dalam negeri juga merupakan bagian dari rencana Dayasa karena Fajar Surya Wisesa akan memperdalam pangsa pasarnya di Jawa Timur. Marco mengatakan saat ini Fajar Surya sudah melakukan penjualan sekitar 20% ke arah Jawa Timur, jadi dengan adanya Dayasa di sana, diharapkan FASW bisa lebih dekat dengan pelanggan yang sudah ada maupun yang belum menjadi costumer perusahaan.

Marco bilang tidak menutup kemungkinan FASW juga akan melakukan pengembangan usaha ke daerah Indonesia bagian Timur yang bisa diakomodiasikan dari pabrik Dayasa di Jawa Timur. Di kuartal tiga 2020, perseroan membukukan penjualan bersih Rp 5,76 triliun atau turun 9,58% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 6,37 triliun.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan penjualan di beberapa wilayah. Misalnya, penjualan di Asia selain Indonesia yang terkerek 91,9% year on year (yoy) menjadi Rp 1,88 triliun dari sebelumnya Rp 979,73 miliar. Penjualan di wilayah Timur tengah juga terkerek menjadi Rp 13,8 miliar dari sebelumnya Rp 329,41 miliar.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya