“Saat pulang kampung, saya mengalami di mana satu pesawat hanya menampung paling maksimal 15 penumpang. Saya tidak bisa membayangkan betapa besarnya kerugian maskapai tersebut. Apakah pernah ada langkah skema pemerintah? Karena kalau tidak, maskapai bisa gulung tikar dengan sendirinya,” jelasnya.
Ridwan juga menyebut insentif yang diberikan pemerintah ini sangat penting kaitannya dengan mencegah terjadinya kecelakaan. Karena menurutnya, jangan sampai maskapai yang sedang berdarah-darah ini akhirnya beroperasi dengan mengabaikan aspek keselamatan.
“Serta, jangan sampai maskapai tetap beroperasi namun mengabaikan aspek keselamatan,” jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)