Dia menambahkan upaya mengawal investasi hulu migas terus dilakukan dari berbagai aspek termasuk didalamnya perizinan dan pengadaan barang serta jasa. “Kami berharap dengan tidak ada kendalanya pada proses pengadaan akan memberikan kontribuasi bagi penyerapan investasi yang optimal. Karena investasi membutuhkan dukungan dari berbagai instansi terkait, SKK Migas terus melakukan koordinasi intensif, termasuk dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) agar program kerja 2021 dapat dijalankan sesuai dengan target yang telah ditetapkan," ujarnya.
SKK Migas optimis realisasi investasi di tahun 2021 akan lebih baik dibandingkan tahun 2020, seiring terus membaiknya harga minyak dunia dan optimisme para pelaku usaha terhadap usaha pencegahan Covid-19 serta pelaksanana vaksinasi yang masif diberbagai negara termasuk di Indonesia, maka iklim usaha hulu migas tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020”, pungkas Susan.
Realisasi investasi yang menggembirakan tersebut, berdampak pula pada kelancaran proyek-proyek hulu migas. Dari target proyek hulu migas onstream sebanyak 12 (dua belas) proyek di tahun , pada bulan Januari 2021 telah onstream 2 (dua) proyek yaitu proyek KLD ONWJ dengan nilai investasi USD 34 juta dan proyek supply gas ke kilang Pertamina refinery unit 5 Balikpapan dengan nilai investasi USD 27 juta. Pada bulan Februari 2021 direncanakan akan onstream proyek West Pangkah dengan nilai investasi USD 46 juta.
(Fakhri Rezy)