Vaksinasi, Indonesia Paling Optimistis soal Pemulihan Ekonomi

, Jurnalis
Selasa 23 Maret 2021 16:04 WIB
Ekonomi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Secara umum, perekonomian negara di Asia Tenggara masih dalam tekanan akibat pandemi Covid-19, tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan survei Ipsos pada gelombang ketiga ini, 30% masyarakat Asia Tenggara merasa situasi ekonomi negara mereka saat ini baik. Namun untuk Indonesia, 25% masyarakat mengakui ekonomi nasional saat ini baik.

Melihat enam bulan ke depan, 42% masyarakat Asia Tenggara yakin perekonomian akan membaik. Meskipun dibandingkan hasil survei gelombang kedua pada September 2020, optimisme masyarakat Asia Tenggara turun 4% (46% optimis pada survei gelombang kedua).

Indonesia konsisten sebagai negara paling optimistis di Asia Tenggara, yakni akan ada pemulihan dan peningkatan ekonomi nasional dalam enam bulan ke depan, dengan presentase 76%. Naik 1% dari survei kedua pada September 2020.

Meskipun peningkatannya kurang signifikan, Indonesia lebih unggul dibandingkan tingkat optimismenya negara lain berdasarkan survei gelombang kedua (September 2020) dan ketiga (Februari 2021). Filipina berada diperingkat kedua (49%), Singapura (37%),Vietnam (35%) dan Thailand (30%), dan Malaysia (24%).

Baca Juga: Mengejutkan! Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Kuartal I-2021 Minus 1% 

Di Indonesia, 31% masyarakat optimistis pendapatan akan pulih dan meningkat, 45% berpendapat akan sama dengan saat ini, dan 24% mungkin akan memburuk. Berbeda dengan Malaysia dan Thailand yang justru lebih pesimis, sebab 41%masyarakat Malaysia sentimen pendapatnya akan memburuk, dan 38%untuk Thailand.

"Penurunan tingkat infeksi dan rencana vaksinasi yang efektif dari Pemerintah memainkan peran kunci dalam membangun kembali kepercayaan ekonomi dan belanja konsumen, seperti yang terlihat di Singapura," kata CEO Ipsos South East Asia Suresh Ramalingam seperti dilansir Antara, Jakarta, Selasa (23/3/2021).

"Bisnis yang beroperasi di Filipina, Indonesia, dan Vietnam perlu memanfaatkan optimisme negara yang positif. Lonjakan infeksi COVID-19 baru-baru ini di Malaysia dan Thailand, sementara dikendalikan, memerlukan pelonggaran bertahap dari pembatasan dan kampanye yang rumit untuk mempromosikan vaksinasi,” ujar Suresh Ramalingam.

Sementara, selama pandemi produk industri rumahan atau bisnis mikro adalah yang paling sedikit terimbas oleh pandemi (42%) dibandingkan sebelum pandemi yang turun 2%. Sedangkan produk industri kecil menengah, 44% masyarakat Indonesia masih membeli selama pandemi, dibandingkan sebelum pandemi, mengalami penurunan 10% namun masih memegang porsi tertinggi bersama industri mikro (dibandingkan industri produk bermerek dalam negeri dan produk bermerek luar negeri).

Selama pandemi, mayoritas masyarakat Indonesia mengaku lebih memilih membeli produk UMKM melalui e-commerce (64%), media sosial (33%), aplikasi transportasi online (33%), minimarket atau toko tradisional (30 %).

Produk UMKM yang paling banyak dibeli selama pandemi adalah makanan 55%, minuman 53% dan buah segar 53%. Ketiga kategori produk UMKM tersebut masih akan tetap diminati selama 2021 ini, makanan atau kuliner (66%), minuman (58%), dan buah (52%).

Sebesar 73% masyarakat Indonesia berpendapat program stimulus Pemerintah untuk industri UMKM sangat membantu untuk bertahan selama pandemi COVID-19.

“Laporan survei gelombang ketiga Ipsos sangat komprehensif, mencakup berbagai aspek, mulai opini dan perilaku masyarakat terhadap vaksin, perkembangan perilaku konsumsi, situasi ekonomi dan pendapatan masyarakat, minat beli konsumen, pilihan saluran pembelian (purchasing channel) dan penggunaan dompet digital (e-wallet), serta industri UMKM dan jenis produk yang paling diminati masyarakat saat ini," kata Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan.

Ipsos mengumumkan hasil survei gelombang ketiga terkait perilaku masyarakat selama pandemi COVID-19, dengan hasil 80% masyarakat Indonesia menunggu dan bersedia untuk divaksinasi.

Survei diadakan secara daring, periode 4-15 Februari 2021, mencakup negara Asia Tenggara antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya