JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG membagikan dividen tunai sebesar Rp1,12 triliun atau 40% dari laba tahun 2020 yang mencapai Rp2,79 triliun.
Sementara itu, sebesar 60% atau Rp1,67 triliun ditetapkan sebagai cadangan lainnya. Keputusan pembagian dividen diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 Semen Indonesia pada hari ini, Jakarta, Senin (29/3/2021).
Tidak hanya pembagian dividen, dalam RUPST Semen Indonesia juga melakukan perubahan komisaris dan perubahan nomenklatur jabatan Direksi SMGR.
Baca Juga: Laba Semen Indonesia Naik 16,73% di 2020
Dalam RUPST Semen Indonesia, mengangkat Aas Asikin Idat sebagai Komisaris Independen dan memberhentikan Mochamad Choliq sebagai Komisaris Independen. Semen Indonesia juga mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan yaitu semula Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Semen Indonesia yang baru.
Dewan Komisaris Semen Indonesia
Komisaris Utama: Rudiantara
Komisaris: Hendrika Nora Osloi Sinaga
Komisaris: Sony Subrata
Komisaris: Astera Primanto Bhakti
Komisaris: Lydia Silvanna Djaman
Komisaris Independen: Nasaruddin Umar
Komisaris Independen: Aas Asikin Idat
Direksi Semen Indonesia
Direktur Utama: Hendi Prio Santoso
Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha: Fadjar Judisiawan
Direktur SDM & Hukum: Tina T. Kemala Intan
Direktur Pemasaran dan Supply Chain: Adi Munandir
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Doddy: Sulasmono Diniawan
Direktur Produksi: Benny Wendry
Direktur Engineering dan Proyek: Tri Abdisatrijo
Sekadar informasi, pada 2020 SIG berhasil meraih pertumbuhan kinerja yang positif. SIG berhasil mencatatkan kenaikan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 16,73% menjadi Rp2,79 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp2,39 triliun .
Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, Beban Pokok Pendapatan tahun 2020 mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan sehingga mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80%.
Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif. Di tengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, Perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Srilanka dan China.
(Dani Jumadil Akhir)