JAKARTA - Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana optimistis fenomena taper tantrum pada 2013 tidak akan terulang di tahun ini. Kondisi 2013 jauh berbeda dengan sekarang.
Taper tantrum merupakan kondisi gejolak pasar ketika bank sentral mulai mengetatkan kebijakan.
"Secara moneter dari Bank Indonesia sudah melakukan hal yang tepat dengan triple intervention dilakukan. Namun dari sisi Pemerintah masih banyak kelemahan," kata Fikri dalam siaran live Market Review di IDX Channel Jakarta (29/3/2021).
Baca Juga: Digitalisasi Jadi Penolong UMKM saat Pandemi, Pengguna QRIS Capai 6,5 Juta Merchant
Kemampuan pemerintah mengelola sentimen yang beredar di masyarakat sangat penting. Salah satu yang utama adalah menjaga stabilitas pemerintahan. Ini termasuk reformasi struktural yang masih butuh waktu dan harus dipercepat.