JAKARTA - Pemerintah masih melakukan investigasi penyebab meledaknya tangki BBM T-301 area Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat milik PT Pertamina (Persero). Dalam penyelidikan ini, pemerintah juga melibatkan lembaga internasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut, insiden tersebut masih dalam proses investigasi yang dilakukan internal Pertamina dan pihak-pihak eksternal. Termasuk instansi internasional yang menangani bidang kecelakaan kerja.
"Penyebab kecelakaan meledaknya tangki ini masih dalam proses investigasi yang dilakukan oleh internal Pertamina dan pihak-pihak eksternal. Termasuk juga kita ingin mendapatkan kajian dari instansi internasional yang menangani bidang kecelakaan kerja seperti yang terjadi sekarang ini," ujar Arifin dalam konferensi pers usai meninjau Kilang Pertamina Balongan, Sabtu (3/4/2021).
Baca Juga: Terdampak Kebakaran Kilang Minyak Balongan, Warga Minta Kompensasi Rp20 Juta
Investigasi terhadap penyebab terjadinya kebakaran di empat tanki BBM di Kilang Balongan tersebut, menurut Arifin, masih memerlukan penyelidikan yang lebih mendalam. Meski data-data awal telah diperoleh, namun belum dapat menjadi dasar untuk memutuskan penyebab terjadinya kebakaran.
"Memang ada data-data awal, tapi kita tidak bisa menjustifikasi langsung. Itu butuh proses karena ada (penyebab) yang terlihat langsung, ada yang tidak terlihat langsung," kata dia.
Masyarakat yang menjadi korban kecelakaan, masih dalam perawatan di rumah sakit setempat. Sedangkan beberapa korban yang luka serius, dirawat di RS Pusat Pertamina, Jakarta dan diharapkan dapat segera keluar dari unit perawatan khusus.