JAKARTA – Mengembangkan nama baik produk agar diingat oleh konsumen merupakan tugas besar bagi seorang pengusaha atau pedagang. Tidak hanya perlu memahami pasar agar segmentasi penjualan tepat sasaran, pengusaha juga diharuskan mempertimbangkan persepsi masyarakat terhadap produk atau jasa yang akan dijual.
Kegiatan tersebut ada dalam konsep positioning. Positioning adalah bagaimana caranya menempatkan produk ke dalam benak customer secara luas, sehingga akan tertanam dalam benak pasar bahwa perusahaan adalah definisi dari kategori produk yang dijual.
Baca Juga: Bisnis Ala Nabi Muhammad, Begini Caranya Lakukan Targeting Produk
Positioning berhubungan dengan benak atau dalam hal ini perseption (persepsi), yaitu bagaimana pengusaha ingin pelanggan mengingat produk atau jasa yang mereka tawarkan. Positioning yang sempit dan spesifik akan lebih efektif pada benak customer, sehingga produk yang ditawarkan akan dipercaya sebagai solusi bagi satu permasalahan pada sebuah segmen di pasar.
Nabi Muhammad dikenal sebagai pengusaha yang sangat sukses di masa lalu. Sebagai seorang pengusaha, Nabi Muhammad juga melakukan konsep positioning. Berikut ulasannya, dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Sabtu (17/4/2021).
Baca Juga: Berdagang ala Nabi Muhammad SAW, Begini Strategi Penguasaan Pasar yang Dilakukan
Ketika zaman dahulu, positioning yang terjadi bukan pada produk karena penggunaan merek belum merupakan sebuah hal yang lazim dilakukan. Sehingga positioning yang ada lebih condong pada pembentukan personal branding pada diri Nabi Muhammad.
Di kalangan para pedagang saat itu sosok Nabi Muhammad sangat disegani dan dihormati karena kejujuran dan keadilannya. Sekecil apapun usahanya, tidak pernah ada keluhan dari pelanggannya. Beliau selalu menepati janji serta mengantar barang-barang tepat pada waktunya.